4 pemain sepak bola Indonesia yang meninggal karena benturan


Assalamualaikum wr.wb

        Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola,setiap tim harus berusaha memasukan bola tersebut ke gawang tim lawan.Olahraga ini sudah tidak asing lagi di telinga kita,mulai dari anak-anak sampai dewasa menyukai olahraga sepak bola.Pada abad 21,olahraga ini telah dimainkkan oleh lebi dari 250 orang di 200 negara.Oleh karena itu,sepak bola merupakan olahraga terpopuler di dunia.

        Sepak bola merupakan permainan yang cukup berbahaya karena permainan ini sering memakan korban.Walaupun peraturan-peraturan yang di bentuk untuk mengurangi terjadinya hal yang tidak diinginkan sudah diterapkan masih saja memakan korban.Dalam pertandingan ini pemain dapat mengalami cidera ringan,cidera serius bahkan ada juga yang sampai meninggal.Oleh karena itu,setiap pemain harus berani menanggung resikonya.Ada beberapa pemain Indonesia yang meninggal karena benturan dalam permainan sepak bola yaitu:

1.Jumadi Abdi

      Jumadi Abdi berposisikan sebagai gelandang di Bontang FC pada musim 8.Pada 15 Maret 2009 pemain ini meninggal di rumah sakit Pupuk Kalimantan Timur,usai dirawat.Ia meninggal karena mengalami benturan keras di bagian perut yang terkena tekel dari pemain Persela Lamongan,Deny Tarkas.

        Setelah bertabrakan dengan Deny Tarkas,Jumadi langsung tak sadarkan diri,ia langsung dilarikan ke rumah sakit.Setelah 9 hari dirawat pemain Bontang FC tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.Dokter mengatakan bahwa tabrakan itu menyebabkan sejumlah organ vitalnya rusak.Usus halus Jumadi yang bocor menyebabkan keluarnya kuman yang mengakibatkan infeksi berat.

2.Eri Irianto

        Eri Irianto adalah pemain yang pernah menjadi gelandang timnas selama 10 kali.Eri mengawali karirnya di Petrokimia Putra,pada tahun 1994-1995.Sempat bergabung dengan Malaysia Kuala Lumpur FA.Kemudian bergabung dengan Persebaya Surabaya,ia sempat membawa Persebaya Surabaya menjadi runner-up liga Indonesia pada tahun 1998/1999.

         Eri Irianto meninggal di Surabaya 3 April 2000,kala memperkuat Persebaya Surabaya.Ia meninggal di umur yang cukup muda yaitu 26 tahun.Pada pertadingan melawan PSIM di Stadion Gelora 10 November.Eri bertabrakan dengan pemain PSIM Yogyakarta,Samson Noujene Kinga.Setelah mengalami benturan Eri tidak sadarkan diri,ia diduga terkena serangan jantung.Kemudian ia dilarikan ke rumah sakit Dokter Soetomo.Namun,pada malam hari Eri dinyatakan meninggal karena serangan jantung.

         Untuk menghormati jasa-jasanya kostum milik Eri Irianto disimpan dalam sebuah lemari kaca di mess Surabaya dan juga Persebaya Surabaya memensiunkan nomor 19 yang pernah dipakai Eri Irianto.

3.Akli Fairuz

         Akli Fairuz adalah pemain sepak bola berkebangsaan Indonesia yang memulai kariernya dari FKIP olahraga Universitas Syah Kaula.Hingga akhirnya dia bermain di Persiraja Banda Aceh pada tahun 2010-2011.

          Akli meninggal 16 mei 2014.Penyebabnya  adalah benturan dengan penjaga gawang PSAP Sigli,Agus Rochman.Ia berbenturan dengan Agus Sigli saat pertandingan melawan PSAP di stadion H Dimurthala,Lampineung.

          Insiden bermula ketika Akli berusaha mengamankan bola muntah.Akli berhasil menjangkaunya.Namun,terkena kaki Agus hingga tersungkur.Akli meninggal setelah sepekan dirawat intensif di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh.Kasus meninggalnya akli sama seperti kasus Jumadi Abdi organ dalamnya yang bocor menyebabkan infeksi.  

4.Choirul Huda

          Baru-baru ini dunia sepak bola Indonesia kembali berduka atas meninggalnya Choirul Huda 1 oktober 2017. Choirul Huda adalah penjaga gawang yang Persela Lamongan.Kiper Laskar Joko Tingkir tersebut meninggal karena benturan dengan rekan setimnya,Ramon Rodrigues,dalam laga liga Semen Padang di stadion Surajaya. 

          Choirul Huda meninggal karena mencoba mengamankan gawang dari ancaman Marcel Sacramento,tetapi dadanya malah mengenai kaki dari Ramon Rodrigues.Huda masih bisa bergerak kemudian dia tiba-tiba tidak sadarkan diri.Tim medis langsung melarikan Huda ke rumah sakit.Sebelum dilarikan kerumah sakit sang kiper sudah diberikan pertolongan pertama berupa tabung oksigen oleh tim medis.Menurut dokter Choirul huda meninggal karena benturan di bagian dada dan rahang bagian bawah.Sang kiper diduga mengalami trauma leher,dada dan kepala.Di dalam leher ada sumsum yang menghubungkan batang otak.

Baca juga:

          Itulah beberapa pemain sepak bola Indonesia yang meninggal karena benturan.Semua resiko dalam permainan sepak bola cukup berbahaya jadi kita harus memberi semangat kepada Tim sepak bola yang sedang bertanding.Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi tuhan.Hidup sepak bola Indonesia.

Wassalamualaikum wr.wb

             

 
      
        
     
          

        

1 comments: