Santri diminta berdakwah melalui internet


Assalamualaikum wr.wb

       Pesantren sudah enjadi pilihan orang tua untuk menyekolahkan anaknya.Mulai dari yang masih SD,SMP,SMA bahkan ada juga yang lebih memilih pesantren dibandingkan kuliah.hal itu dikarenakan pesantren bukan hanya berisi ilmu pengetahuan saja.Melainkan terdapat juga ilmu agama.

       Di pesantren para santri diajakan tentang ilmu-ilmu keagamaan.Salah satu contohnya adalah diadakanya tadarus bersama setiap hari.Menurut bu Hani lebih memilih menyekolahkan anaknya di pesantren dibandingkan sekolah negeri atau swasta

       Puluhan santri di Pekalongan mengikut pelatihan jurnalistik dan fotografi dalam rangka peringatan hari santri,di Ponpes,Alqutub,Wonopringgo.Para santri diminta untuk memanfaatkan media sosial untuk dijadikan media alternatif dalam berdakwah.

       Pelatihan jurnalistik dan fotografi untuk kalangan santri pesantren se-kota Santri diadakan oleh Rabitah Ma'ahid Islamiyah NU(RMI-NU) kabupaten Pekalongan.Adapun pamaterinya dihadirkan dari pegiat jurnalistik di kota santri.

       Pengasuh Ponpes Alqutub Sabilal Rosyad mengatakan,pelatihan ini membuka wacana baru kepada para santri di kabupaten pekalongan agar bisa memberikan kontribusi positif di era keterbukaan informasi.

       Ditengah membanjirnya informasi,baik dari media mainstream seperti koran,televisi dan radio maupun media sosial melalui internet,dengan mudahnya akses informasi masyarakat pun tambah pintar serta individualistik.

       Hal itu dibuktikan makin sepinya pengunjung pengajian-pengajian dibeberapa masjid dan mushola.Tak hanya itu,bioskop pun mengalami hal serupa.Masyarakat seolah memilih berselancar di dunia maya melalui perangkat telepon seluler atau komputernya,dengan membuka situs-situs media sosial,salah satunya youtube.Akan tetapi,berdakwah dengan menggunakan media  internet memiliki dampak negatif.

       Dampak pertama,jika melihat dakwah di internet otomatis mata akan terus memandang ke layar handphone atau layar komputer.Dengan memandang layar handphone atau komputer dapat merusak mata.

      Alasan berikutnya,untuk mengakses internet memerlukan kuota internet.Jika seperti itu orang-orang yang tidak mempunyai kuota internet tidak dapat mendengarkan dakwah.Ditambah lagi jika orang itu tidak mempunyai uang.Sedangkan,jika pengajian yang diadakan di masjid atau mushola tidak memerlukan kuota internet.

Baca juga:

      Meskipun begitu,kita tidak bisa melihat hanya dari segi negatif saja.Kita harus bisa mempertimbangkan keuntungannya.Menurut kiai muda asal Wonopringgo pelatihan dan fotografi ini harapannya santri bisa memberikan kontribusi dengan menyuguhkan konten positif sebagai bentuk perlawanan terhadap opini publik yang makin liar dan beredar di media sosial.

      Untuk itu,kita harus mendukung program tersebut agar dapat membuat generasi muda yang lebih berkualitas.Penggunaan internet sebagai media dakwah sangat penting dan diperlukan.Akan tetapi,penyaluran program tersebut perlu didukung 

   

8 comments